regret - Thousand Things She Can't Explain

Tuesday, April 2, 2013

regret

sekarang aku disini, ditemani rasa bersalah, rasa menyesal dan rasa ingin mengakhiri semuanya.
aku tidak sedang mengada-ngada.
ya. itulah kondisiku sekarang.
aku berada pada sudut kamar, menuliskan postingan ini.
aku hanya mampu terdiam dan membiarkan airmata turun dari pelupuk mata ini.
aku sedang meratapi kesalahan besar yang telah kubuat.
yang secara sadar kuperbuat.
namun tidak bermaksud untuk menghancurkan segalanya.
aku berusaha untuk mengubahnya, memperbaikinya tapi apa daya, sulit.
aku berada dalam penyesalan yang melebihi apapun.
penyesalan yang seolah-olah mencekikku perlahan namun semakin terasa dan yang menjadi
puncak rasa sakit itu, aku tak mampu menyudahinya, mengakhirinya.
cekikan itu masih terasa dan aku merasa ingin mati saja.
tetapi apa yang terjadi, cekikan itu tak kunjung membunuhku,
hanya menyiksaku, perlahan menyiksaku.
aku ingin berhenti saja. 
aku ingin melepasnya.
tetapi ya, aku tak mampu, terlalu keras cengkraman itu.
aku lebih memilih cekikan itu mengencang dan mempersempit aliran darah pada nadi-nadiku,
membirukan wajahku dan menghabisiku.
bisakah kau langsung membunuhku?

aku bersalah, melakukan kesalahan fatal.
aku menyesal, aku meminta maaf.
aku berjanji tidak lagi melakukannya.
kau tidak percaya, kau ingin mengakhirinya.
kau tidak lagi sama.
aku merintih, menangis, meratapi dan menyesali.
semua rasa itu membunuhku.
menyayat hati ini perlahan, mengeluarkan setetes demi setetes darah dari hati ini.
kenapa harus kulakukan itu?
kenapa harus kulanjutkan hal bodoh itu?
kenapa?
kenapa aku terlalu terbawa?
kenapa aku tidak berpikir jauh kala itu?
dan kenapa semua rasa penyesalan ini harus datang ketika semua terlambat?
mungkin belum terlambat.
masih ada waktu memperbaiki.
tapi, semua tidak akan semudah dulu lagi.
semua sulit saat ini.
sekarang aku harus mencoba untuk menutup luka ini dengan rasa bersalah itu.
rasa bersalah itu haruslah menjadi betadine untuk mengobati luka ini dan luka yang ada padamu.
aku berjanji, mungkin belum saatnya bagimu untuk percaya.
aku berjanji, ini yang terakhir.
kupastikan tak akan ada lagi hal seperti ini ataupun yang serupa dengan hal ini.
biarlah rasa menyesal ini terus menggerogoti hati dan sekujur jiwa ini.
aku yakin, perlahan semua akan membaik.
bahkan akan lebih baik.
kupastikan itu.
mungkin bukan sekarang, atau besok, lusa, minggu depan atau bulan depan.
bisa bertahun-tahun kemudian, tapi aku akan selalu mencoba untuk memperbaikinya.
memunguti pecahan hatimu dan hatiku, merekatkan pecahan tersebut dan menyusunnya kembali.
dan seiring berjalannya waktu, tak akan terlihat bekas pecahan itu lagi.
akan kupoles dengan rasa bersalah ini, rasa sayang ini, dan menjadikannya semengkilap seperti dulu lagi bahkan lebih bercahaya dari apa yang pernah kita lihat
tunggu saja ya :)

No comments:

@way2themes