kata siapa itu sakit?
kata siapa itu perih?
kata siapa aku gila?
kata siapa aku bodoh?
KATA SIAPA???!!
apa ada yg mengerti gimana rasa sakit itu?
apa ada yg mengerti gimana itu perih?
apa ada yg mengerti seperti apa yg aku rasakan sekarang?
apa ada yg tau seperti apa beban ini?
apa ada yg tau?
aku pengen lepasssss, pengen pergiii, pengen mengakhirinya.
aku ingin ingin ingiiiiiiiiiiiiiiiiinnnn sekalii...
tapi gak bisa....
gak akan pernah bisa :')
aku hanya harus menerimanya, menanggungnya dan membawanya kemanapun.
beban itu, ya beban itu :')
aku hanya gak tau lagi harus apa, hanya kehabisan ide untuk mengakhiri hidup ini.
aku hanya mau berhenti, mau pergi, mau lepas dari semua bayang-bayang itu.
aku hanya itu. tolong. hanya itu.
sekitar pukul 1 pagi...
aku menangisi kesalahanku, kebodohanku.
aku menangis, meraung-raung.
aku menangisssssss dan terus menangissss.
terlintas satu hal yang pernah beberapa kali aku lakukan.
udah setahun berlalu semenjak terakhir kali aku melakukannya.
setahun sudah :)
dulu, setiap ada masalah aku akan melakukannya, ya sebagai pelarian lah.
udah lama aku tinggalkan itu, dan gak akan pernah aku lakukan lagi.
aku udah berjanji.
tapi untuk kali ini aku gak peduli sama janji yang udha pernah aku buat dalam diriku sendiri.
aku gak bisa membendungnya lagi. gak. maaf ya..
aku bangkit dari tempat tidurku, aku berjalan gontai ke arah meja belajarku.
seingatku aku masih menyimpannya hahaha
aku bongkar tempat pulpenku, ya ternyata masih ada.
aku ambil beberapa.
aku kembali ke tempat tidurku.
aku menangissssssssssssss lagi lagi lagi menangisssssssss
sakit sekali sakitttt
pedih rasanya hati ini
aku bergumam "Tuhan tolong ambil aku.. tolong tolong tolong Tuhan.. gak kuat Tuhan gak kuat"
aku tau ini kesalahanku, aku tau..
aku angkat pergelangan tangan kiriku, aku balik sehingga terlihat nadiku.
aku menangis lagi lagi lagi...
aku ambil satu pecahan botol kecil yang barusan aku ambil dari meja belajarku dengan tangan kananku,
dengan penuh emosi, tanpa peduli seperti apa rasa sakit itu nantinya, tanpa peduli akan berbekas atau tidak..
aku gores tangan kiriku sekuat kuatnya.
oke satu goresan :)
darah mengalir pelan, segar sekali kelihatannya..
sakit? gak :D
belum puas melihatnya, aku gores lagi lagi lagi lagi dan lagiiiiiiii
aku kesal kenapa darahnya gak banyak.
kenapa gak mengalir deras ya :(
aku gak merasakan kepedihan apapun, sakitpun tidak.
oke sekarang udah belasan goresan.
perasaan puas setelah melakukan itu gak aku dapatkan juga.
biasanya aku puas, tp kali ini gak.
aku tambah lagi lagi lagi dan lagi tapi gak juga puas.
sekarang sudah 20an goresan.
aku kesaaaaaaaaalll aku menangis menangis...
aku turun ke lantai, meringkuk di pojokan...
aku antukkan kepalaku ke dinding, aku pukul-pukul kepala ini dengan tanganku sendiri sampe aku merasa sakit.
sakitpun tidak.
aku kesaaaaaaaaaaaaalll kesaaaal sekaliii
kenapa gak sakit, kenapa aku gak merasa puas juga, kenapa....
keadaanku? jangan tanya.
aku hancur :) hancur sehancur hancurnya.
aku bahkan gak bisa merasakan sakit atas apa yg kuperbuat pada diriku sendiri.
yang aku rasakan, hatiku sakit, rasa perih itu terus menggerogoti hati, jantung bahkan otakku.
darahnya terus mengalir, tapi tidak terasa sakit.
kepalaku harusnya sakit tapi tidak sama sekali.
aku hanya mampu berdoa pada malam itu, semoga ketika pagi datang aku tidak lagi membuka mata.
aku udah gak akan membuka mata dan melihat ke langit-langit kamar lagi.
aku gak berada diatas tempat tidur lagi.
aku berharap ketika aku bangun, aku sudah berada entah dimana.
tempat lain, yang tenang, yang damai..
tapi nyatanya, sepanjang malam itu aku tidak bisa menutup mataku..
yg aku bisa hanya meraung-raung tertahan, menangisss dan memukul- mukul diriku sendiri..
bodoh? gila? gak waras?
terserahlah.
kalau saja aku bisa, aku mampu menemukan jalan lain untuk masalah ini, aku akan melakukannya.
semua buntu.
gak ada jalan lain, benar-benar gak ada.
hanya karena kebodohanku, apa yg aku simpan selama setahun lebih ini akan benar-benar terancam.
aku hanya ingin lari, pergi sejauh jauhnya dan sama sekali berharap untuk tidak lagi kembali.
tidak ada lagi jalan keluar untuk masalah ini, tidak ada.
sekarang semua gelap, buram, bahkan setitik cahayapun tidak terbersit.
Tuhan... mengertilah.. aku tidak lagi sanggup...
aku hanya mau berhenti... aku hanya mau selesai...
jeritan itu terus aku gumamkan sepanjang malam itu..
dengan rambut acak-acakan layaknya orang gila dijalanan,
mata sembap benar-benar sembap kanan kiri seperti habis ditinju,
bibir merah karena menangiss,
bekas cakaran tanganku sendiri pada leher, tangan dan kakiku,
bekas darah pada goresan di tangan kiri yang perlahan mengering,
aku duduk di pojokan kamarku sambil sesekali mengantukkan kepalaku ke dinding.
aku hanya ingin selesai...
selesai..........................
.png)
No comments: