it's been 2weeks already.
2weeks with arguments over and over.
cooling down for few days but then start again with the new case.
ga masalah besar, not at all.
tapi entahlah, entah aku yang terlalu sensitif dan banyak mau,
entah aku yang masih begitu kekanakan, entahlah.
bertemu dengan orang yang hampir sama sifatnya denganku ternyata cukup bikin sakit kepala.
khususnya bagian keras kepala dan dominan.
entah aku yang masih begitu keras ingin dimengerti dan dimanjakan,
entah aku yang masih ga paham dengannya atau gimana,
entahlah.
terlalu pusing dan terlalu mumet untuk aku pikirkan.
kalo emang dlm setiap berhubungan aku hanya terus menerima hal yang bkin sedih dan akhirnya gloomy seharian, untuk apa?
aku tau memang hubungan ada ups and downsnya.
tapi aku dalam keadaan yang ga mau membiarkan hidupku disakiti dan disiasiakan lagi.
komitmen emang iya, tapi kalo sampe sekarang mengerti akupun sebegitu sulitnya, aku gangerti lagi.
sesusah itu mengerti maunya aku?
sesusah itu memahami aku itu gimana?
segala egois dan moody aku udh aku tekan, dan gimana membuat mood hubungan itu bs membaik udh diusahakan,
tp kayanya ga dua arah.
kalo aku yang gitu, dianggurin aja kayanya hahaha.
entah aku yg sensian apa gimana gatau ya.
aku masih ingat jelas hancurnya hidupku waktu ditinggal orang yang luarbiasa berharganya.
dan aku gamau mengulang hal itu lagi.
ga kedua kalinya menyianyiakan hidupku.
dan honestly,
aku ga lagi orang yang bsa selalu menjelaskan mauku apa.
aku ga lagi orang yang bisa selalu mengartikan tiap diam dan marahku.
dalam bbrp kesempatan mungkin aku bisa, tapi kalo berulang kalipun belum, i prefer to remain silent.
kalau suarakupun tak dihargai, mungkin diam lebih ada artinya.
dan lagipula, aku ga lagi punya kemampuan untuk selalu menjelaskan apa yang dlm pikiranku.
diam itu jauh lebih bikin aku tenang.
jauh....
dan kalau emang aku berarti,
akan ada usaha untuk mencari tau bukan?
atau mungkin bertanya ada apa sekali dua kali itu dianggao usaha?
mungkin :)
entah aku yang terlalu kekanakan jadi ga bisa langsung menjawab apa yang ditanya,
atau dia yang belum bisa mengerti aku seperti apa.
aku kah yang harus mengerti lg dalam kondisi ini?
hahaha entahlah.
diam emang lebih baik.
entah sampai kapan.....
yaaa semampunya aja :)
.png)
No comments: