have you ever felt sick when listening to something?
i mean, someone's name?
have you ever?
cause i feel it, right now.
kalo aku liat dari pageview, emang ga berubah dari statistiknya hahaha.
yaiyaa, link blog aku sebelumnya aku ganti, demi menghindari kekepoan massa wkwkw.
jadi kenapa dibuat di blog mik?
karena ngetwit udah ga jaman dan pasti akan sangat menyemak,
karena males nulis di diary karena udah ga jaman lagi juga,
karena membuat status di line bakalan dipermasalahin, even ngelike postingan :)
karena aku udah ga bisa bebas mengekspresikan diri aku lagi.
aku sendiri ga berharap dia bisa nemuin blog ini, karena mungkin bagi dia hanyalah aku yang menyalahkan dia, ga mengerti keadaan dia.
hanyalah aku yang begitu childish.
hahaha aku ga bisa ngelakuin apapun yang aku mau lagi karena udah ga bisa ini ga bisa itu.
dulu sih terserah aku mau gimana juga hahaha seakan there's no restriction cause he only wants to make me happy.
bahkan ketika aku minta dia for doing something, he's willingly doing it.
yaa, that old time, that fckn old time :)
dulu sih terserah aku mau gimana juga hahaha seakan there's no restriction cause he only wants to make me happy.
bahkan ketika aku minta dia for doing something, he's willingly doing it.
yaa, that old time, that fckn old time :)
dan aku udah jadi sebodoh ini untuk ikutin semua maunya, sedangkan keadaanku udah sehancur ini.
aku ikutin apapun yang dia mau, dia minta.
aku ikutin apapun yang dia mau, dia minta.
dan lebih parahnya lagi, he doesn't even care. at all :)
ga peduli apakah aku baik-baik aja atau mungkin aku udah mau mati.
HAHAHA
ga peduli apakah aku baik-baik aja atau mungkin aku udah mau mati.
HAHAHA
oke, balik ke masalah mendengarkan nama seseorang.
sakit? jelas.
rasanya pedih, rasanya gak pengen mendengar nama itu, bahkan menyebutkannya.
bahkan tanpa menyebutkannya pun udah terasa sakit.
hahaha aku ga sedang dalam keadaan lebay.
dan jujur, baru kali ini aku ngerasain hal itu.
aku ga pengen denger nama itu, aku ga pengen menyebutkan nama itu.
aku ga pengen mengingat apapun tentang dia.
sama sekali aku ga pengen.
karena setiap aku mendengar nama itu, nama itu seakan membaw aku ke kenangan lama.
kenangan lama yang SAMA SEKALI aku gak mau ingat lagi.
kenang lama yang begitu indah dulunya, tapi sekarang?
terasa seperti mata pisau yang terus menggores :)
karena setiap aku mendengar nama itu, nama itu seakan membaw aku ke kenangan lama.
kenangan lama yang SAMA SEKALI aku gak mau ingat lagi.
kenang lama yang begitu indah dulunya, tapi sekarang?
terasa seperti mata pisau yang terus menggores :)
sekalipun sebagian dari hati ini masih berontak dan masih melakukan kebodohan yang pastinya akan sangat menyakitkan.
menunggu dan menanyakan kabarnya.
sekalipun aku berusaha keras untuk gak mau tau lagi,
gak menanyakan kabarnya bahkan bodohnya menunggunya, dan bahkan menelfonnya,
tapi tangan ini dengan bodohnya masih melakukannya.
melakukan hal yang bagi dia cuma gangguan dan ga ada gunanya.
bahkan mengetikkan inipun aku harus lagi lagi lagi menangis, entah kapan ini berakhir.
aku jadi teringat.
dulu dia pernah bilang, kalo lagi main hp tiba2 hpnya gelap gitu,
dia berharapnya itu line call, dari aku.
dan setiap itu terjadi dia pasti semangat.
kalo ternyata layar gelap itu karena hpnya yang lagi kumat, pasti kecewa.
nah kalo sekarang?
mungkin notif kalo aku ada nelfon atau ngechat, bagi dia adalah hal ga berguna dan ga penting.
pernah rasain dulunya kabar kamu itu begitu diharapkan?
selalu diusahakan supaya chatnya tetap berlanjut?
hahahahaha aku pernah. dulu.
sekarang?
setelah aku yang dengan tololnya ngeinstall whatsapp lagi, yang akhirnya berujung dengan dia yang ada di kontakku,
dan tololnya lagi aku jadi bisa ngeliat setiap activity dia,
dan masih terus aku liatin sekalipun aku tau itu hanya akan menyakitkan :)
pernah merasakan gimana pedihnya pas ngeliat semua activity dia itu,
dia ga ngebales chat kamu yang padahal cuma chat ringan?
yang kemudian dia balas 2 jam kemudian terus menghilang lagi?
dan masih dengan activity yang sama, online, last seen beberapa menit yang lalu?
HAHAHA i do feel it.
ketika dia bisa aktif ngeliat whatsappnya, dan ga ngebales chat aku.
pernah juga, activitynya ga banyak di whatsapp itu, itu dikarenakan dia cuma chat denganmu.
dan sekarang pasti ada kegiatan lebih penting di whatsapp itu yang bikin dia lebih peduli sama chat yang masuk, dibandingkan ketika dia cuma chat sama aku.
dia ga peduli sama hpnya ketika hanya chat dengan aku, dan ketika ditanyakan dia dengan santainya bilang "ya aku masih punya kegiatan lain, duniaku bukan ini aja".
tapi kenapa ketika dia yang perlu, dia bisa terus ngeliat whatsappnya?
pernah rasakan gimana sakitnya dibilang begitu?
pernah rasakan gimana sakitnya dibilang begitu?
aku kekanakan? entahlah.
dulunya gimana? sekalipun ada hal genting, chat denganku masih diusahakan.
bahkan menelfonku ketika waktu tergenting sekalipun.
HAHAHAHA shit, teringat lagi.
teringat lagi hal membahagiakan itu, hal yang sekarang berubah jadi nightmare.
and shit, I'm crying more.....
dulunya gimana? sekalipun ada hal genting, chat denganku masih diusahakan.
bahkan menelfonku ketika waktu tergenting sekalipun.
HAHAHAHA shit, teringat lagi.
teringat lagi hal membahagiakan itu, hal yang sekarang berubah jadi nightmare.
and shit, I'm crying more.....
alasannya, karena ada hal yang dia tanyakan makanya dia buka whatsapp terus.
sulitkah bagi dia menjawab satu dua pertanyaanku?
dan setiap chat yang dia kirim yang cuma dua jam sekali itupun katanya harus aku syukuri, karena dia masih mau ngebales dan masih nyempatin balas :)
nyempatin :)
hanya jawab hal yang bisa diketik 10 detik, harus aku tunggu selama dua jam.
nyempatin :)
nyempatin sama emang ga penting itu beda kok hahahaha.
aku tau kamu disana sibuk, tapi kamu tau ga perasaan aku disni gimana?
nunggu kamu pulang dan cuma dapet tanggapan seperti itu?
aku capek kamu perlakukan begini.
kenapa begitu berbeda hal yang sekarang terjadi sama yang beberapa bulan lalu?
jujur, aku ga sanggup.
tapi apa aku bisa protes? tentu engga.
aku ga bisa protes, aku ga bisa ngeluh, aku ga bisa kasitau hal yang aku ga suka.
cause i have no right :)
tapi apa aku bisa protes? tentu engga.
aku ga bisa protes, aku ga bisa ngeluh, aku ga bisa kasitau hal yang aku ga suka.
cause i have no right :)
tapi kamu ga menghargai kesanggupan aku nerima semua alasan dan kesibukan kamu.
kamu ga menghargai kesabaran aku untuk nerima semua perlakuan kamu.
kamu ga menghargai gimana aku nerima apa yang kamu sengaja lakuin buat bikin aku sedih.
kamu gak mau tau SAMA SEKALI.
kamu gak mau tau gimana sakitnya aku ngeliat itu semua.
kamu gak mau tau gimana aku menderita atas semua perlakuan kamu.
bagi kamu, aku hanya harus mensyukuri apapun yang kamu udah kasi buatku.
kabar yang cuma sekali dua kali itu?
yang bahkan lebih parah dari si mantan? :)
terima kasih untuk semua perlakuan kamu sama aku.
terima kasih untuk semua luka yang kamu goreskan dengan sengaja.
terima kasih buat hidup aku sehancur ini.
aku memang masih anak-anak, maaf.
aku memang ga punya kesibukan makanya yang bisa aku lakuin cuma nungguin kamu, maaf.
aku memang mengharapkan kamu bisa seperti dulu sekalipun sedikit, maaf.
aku memang terlalu cengeng, maaf.
tapi aku ga sempurna.
aku ga bisa ngasi semua yang kamu mau, sedangkan kamu mau tau sedikitpun tentang aku enggak.
kamu bilang saling mengerti?
aku yang harus terus mengerti kamu, yang entah sampai kapan harus terus kaya gini.
entah sampai kapan aku menyiksa diri begini.
mungkin memang aku akan terbiasa dengan semua sikap kamu.
kamu bilang saling mengerti?
aku yang harus terus mengerti kamu, yang entah sampai kapan harus terus kaya gini.
entah sampai kapan aku menyiksa diri begini.
mungkin memang aku akan terbiasa dengan semua sikap kamu.
tapi percayalah, perlahan-lahan rasa ini akan mati buatmu.
ketika aku memang ga perna mempermasalahkan itu lagi, bahkan postingan tentang ini ga pernah muncul lagi, ketika itu berarti memang perasaan ini udah mati buatmu.
dan ga akan bisa dikembalikan lagi,
karena jujur, apa yang kamu lakuin hal yang paling membuat aku sakit sepanjang umur aku.
jadi, teruslah menyakitiku, teruslah membuat aku menangis.
ketika aku memang ga perna mempermasalahkan itu lagi, bahkan postingan tentang ini ga pernah muncul lagi, ketika itu berarti memang perasaan ini udah mati buatmu.
dan ga akan bisa dikembalikan lagi,
karena jujur, apa yang kamu lakuin hal yang paling membuat aku sakit sepanjang umur aku.
jadi, teruslah menyakitiku, teruslah membuat aku menangis.
dan jangan pernah salahkan aku atas apa yang terjadi nanti, karena ini semua kamu yang melakukan.
tapi aku rasa kamu juga ga peduli haha aku kan cuma entertainermu aja.
aku pergi dari hidupmu, itu yang kamu harapkan bukan? :)
.png)
No comments: