sebenarnya terkadang ada saatnya untuk gak mau tau.
ada saatnya dimana berpikir dan bersikap jahat.
ada saatnya dimana untuk bersikap masa bodoh.
ada saatnya untuk mengacuhkan sesuatu.
ada saatnya gak memikirkan apa yang memang seharusnya gak perlu dipikirkan.
ada saatnya untuk lebih memikirkan diri sendiri.
ada saatnya untuk sanggup melihat orang lain terluka.
ada saatnya untuk gak mengasihani orang yang malahan gak memikirkan perasaan kita.
semua ada saatnya.
terkadang pengen seperti itu.
pengen sekali.
tapi sulit rasanya.
sulit untuk menjadi orang yang masa bodoh,
sulit untuk mengacuhkan sesuatu,
sulit untuk bersikap jahat,
sulit untuk lebih memikirkan diri sendiri,
sulit untuk melihat orang lain terluka.
itu hanyalah terlalu sulit.
kenapa aku harus perduli?
apa gunanya bagiku?
harusnya aku senang kan?
bukankah ini yang aku mau?
bukankah ini yang ingin kulihat?
bukankah ini yang aku nantikan?
ternyata bukan.
lebih baik keadaannya sama seperti sebelumnya.
lebih baik keadaannya diputar lagi.
ternyata ini tidak lebih baik.
ternyata ini malah menyengsarakan diriku sendiri.
gak tega, gak kuat liatnya.
bingung kan?
ya, bingung.
aku heran sama diriku sendiri.
entah apa yang aku mau, yang aku maksud bahkan diriku sendiri kerap kali tidak mengerti.
aku harus apa dan memikirkan apa ya seharusnya?
sudah lama aku menantikan ini, sudah lama sekali.
aku ingin ini terjadi.
tapi begitu ini terjadi, kenapa perasaan ini jadi begini?
kenapa aku malah terluka melihatnya terluka?
dia terluka?
entahlah.
dia melakukan hal yang benar-benar dia sadari itu salah, itu jahat.
dia melakukan hal yang sudah sering dilakukannya dan sering dimaafkan juga.
tapi dia tidak mengerti juga.
entah tidak mengerti, atau malahan tidak mau mengerti.
atau dia mengerti tapi berpura-pura tidak mengerti?
aku bingung.
aku ingin merasuki pikirannya.
apa yang bermain dalam benakmu?
apa yang ada di dalam sana?
seperti apa hal-hal yang engkau pikirkan?
aku hanya ingin tahu.
kita dekat, dekat sekali tapi rasanya terlalu jauh.
jauh untuk digapai.
mendekat sajapun sulit, konon memahami.
sedih aku melihat keadaanmu sekarang.
melihat apa yang terjadi padamu, pada mereka, pada kita.
aku sedih dengan keadaan ini.
aku sedih mengingat apa yang telah terjadi barusan dan belakangan ini.
semua diluar dugaan.
diluar dugaan sebenarnya tidak juga, tapi tidak kusangka malah secepat ini.
malahan sekarang ketika semuanya memang masih baik-baik saja.
kenapa harus kau hadirkan lagi hal ini?
tidak bosankah kau?
apa yang membuatmu menjadi begini?
apa yang membuatmu begitu menikmati peranmu sebagai orang yang tidak mau tau?
apa yang membuatmu mempertahankan peranmu itu?
bukankah kau sendiri tahu bahwa itu salah dan jelas-jelas salah.
apa yang terjadi padamu?
kenapa harus kau lakukan hal itu?
kenapa harus seperti ini tingkahmu?
terkadang rasanya lebih baik aku melihatmu marah atau menangis.
dibandingkan melihatmu diam tanpa suara, dengan tatapan yang tidak tahu harus berbuat apa.
itu rasanya lebih menyesakkan.
andai saja aku bisa membaca pikiranmu pasti semuanya tidak akan sesulit ini.
tapi semuanya begitu sulit.
harusnya mudah, tapi kenapa harus sebegini sulitnya?
aku ingin mendekatimu tapi tidak tahu harus dimulai darimana dan bagaimana.
aku hanya ingin sedikit berbagi.
mungkin kau akan lebih baik.
mungkin kau akan memahami bahwa sebenarnya kau salah.
hanya saja kau belum mengerti.
aku hanya ingin membuatmu mengerti, tapi tidak tahu bagaimana caranya.
haruskah aku mencaritahunya?
atau haruskah aku bersikap acuh?
haruskah aku berpikir sekeras ini tentang dirimu?
pernahkah dirimu memikirkan hal yang sama?
entahlah.
.png)
No comments: