I know you'll read this cause I ask you to.
anw before get to the writings,
Happy 3 months, Mu
anw before get to the writings,
Happy 3 months, Mu
not to show you my sadness or my disappointment upon you,
but only want to let you know some things in my heart you might not know.
I am so sad, totally sad.
but I feel much better than the first time the similar things hit me before.
I am used to this thing cause I was so ready for facing the similar problems ahead.
but only want to let you know some things in my heart you might not know.
I am so sad, totally sad.
but I feel much better than the first time the similar things hit me before.
I am used to this thing cause I was so ready for facing the similar problems ahead.
aku sayang samamu, but I think you don't feel the same thing as much as I do.
why did I said so?
by what you had done.
you asked to end our story, for the second time.
sudah dua kali dengan semudah itu, you mentioned about "giving up, you didn't understand me and you won't ever do".
dalam sebulan ini, kita berantem udah tiga kali dengan hal yang mirip dan dua kali you are the only person who declared to end our commitment
and for the second time,
okay let's do it.
aku merasa,
mungkin abang terpaksa menjalani hubungan ini.
mungkin dari dalam lubuk hati terdalam abang, abang ga menikmati hubungan ini.
mungkin sebenarnya abang udah pengen mengudahi dari kemarin2.
i don't want to force you for still staying with me if you don't have any effort to maintain this relationship.
i don't want to burden you at all.
sorry for making you fight too much against our obstacles.
why did I said so?
by what you had done.
you asked to end our story, for the second time.
sudah dua kali dengan semudah itu, you mentioned about "giving up, you didn't understand me and you won't ever do".
dalam sebulan ini, kita berantem udah tiga kali dengan hal yang mirip dan dua kali you are the only person who declared to end our commitment
and for the second time,
okay let's do it.
aku merasa,
mungkin abang terpaksa menjalani hubungan ini.
mungkin dari dalam lubuk hati terdalam abang, abang ga menikmati hubungan ini.
mungkin sebenarnya abang udah pengen mengudahi dari kemarin2.
i don't want to force you for still staying with me if you don't have any effort to maintain this relationship.
i don't want to burden you at all.
sorry for making you fight too much against our obstacles.
but honestly...
I feel like you don't understand me at all.
and don't have any effort to do so.
kadang aku ga ngerti how can you easily say things which hurting me without you even realized?
okay.. one thing you must know..
I am a hundred percent accepting this thing.
like I ever told,
I'll always try to understand this thing cause ya that's you.
and I don't ask you to change it.
but if you can decrease level, it might be much better.
one thing I can't tolerate is,
your selfishness.
abang terlalu egois, terlalu.
masih inget yg aku bilang soal "ga selamanya abang bisa berpandangan, apa yang abang lakukan ke orang lain itu berbanding lurus dengan apa yang orang lakukan ke abang?"
bukan berarti karena abang mentolerir A, orang lainpun harus melakukan hal yang sama.
pandangan abang seperti itu yg terus abang pertahankan dan yang menjadikan hubungan ini terasa susah dilanjutkan.
and sad to know, you, for the second time, asked about giving up.
rasanya lucu, hal terlalu sederhana begini yang menjadikan hubungan ini berakhir.
tapi yaa.. balik lagi...
menurutmu ini benar, and I know there won't ever be a turning back.
I feel like you don't understand me at all.
and don't have any effort to do so.
kadang aku ga ngerti how can you easily say things which hurting me without you even realized?
okay.. one thing you must know..
I am a hundred percent accepting this thing.
like I ever told,
I'll always try to understand this thing cause ya that's you.
and I don't ask you to change it.
but if you can decrease level, it might be much better.
one thing I can't tolerate is,
your selfishness.
abang terlalu egois, terlalu.
masih inget yg aku bilang soal "ga selamanya abang bisa berpandangan, apa yang abang lakukan ke orang lain itu berbanding lurus dengan apa yang orang lakukan ke abang?"
bukan berarti karena abang mentolerir A, orang lainpun harus melakukan hal yang sama.
pandangan abang seperti itu yg terus abang pertahankan dan yang menjadikan hubungan ini terasa susah dilanjutkan.
and sad to know, you, for the second time, asked about giving up.
rasanya lucu, hal terlalu sederhana begini yang menjadikan hubungan ini berakhir.
tapi yaa.. balik lagi...
menurutmu ini benar, and I know there won't ever be a turning back.
kalau menurutmu bertanya sekali dua kali ga ada jawaban,
salahkah kalau keegoisan itu ditekan?
satu pertanyaan "kamu kenapa?" setelah diam beberapa saat itu, pasti melelehkan keadaan yg dingin.
but yaaa you didn't want to
aku gangerti apakah sebegitu pentingnya harga diri itu dan persoalan tentang aku yang bersikap ngambek seperti itu kalau memang aku penting buatmu.
sesulit itukah buatmu bertanya satu hal aja untuk memperbaiki keadaan?
before you defense yourself about "harusnya bukan sikap abang ke adek yg dipointkan tp sikap adek ke abang",
try to remember how many times have you ever started a conversation after a fight?
never.
it's always me who text first.
aku ga bermaksud untuk membahas apa yang aku udah lakukan ya, hanya mencoba mengingatkan in case you forget or you miss this thing.
when you love someone, you'll try to be the best version of yourself.
when you love someone, whatever makes them happy also makes you happy.
and what I got is,
you don't love me cause you didn't do those two things.
bukanlah salah menekan ego dan menghubungi duluan sekalipun perasaan gak nyaman walaupun tau kita gak salah.
bukanlah salah mengalah dan meminta maaf walaupun gak salah kalau memang seseorang itu berarti buat kita.
kenapa aku bisa berpikir senegatif itu?
cause you made me to.
dan jangan bilang untuk ga berspekulasi apapun kalau gatau kebenarannya.
like i mentioned,
bukan karena abang melakukan A, automatically orang lain juga melakukan A.
aku berharap abang bisa mengubah sifat abang yang seperti itu, but still no progress.
setiap kita berantem, kalau ada hal yang aku gak jawab dan aku diamkan, abang langsung bereaksi seperti ini sampai aku menghubungi duluan.
and sadly,
waktu aku menghubungi,
your response always hurting me.
rasanya kaya ga dianggap dan like punishing me after turning the condition became that mess.
(anw as a reminder,
ketika abang bilang soal kalau ngerasa lama menunggu itu akan bilang samaku, started from that moment abang udah buat aku sedih. should you mention me?
I mean, aku ngerti dan aku tau.
tapi disitu rasanya tuh kaya nampar dan ngingetin aku kalo abangtu hanya bertahan sampe sekian saat aja if I still can't make it work. I'm sure you didn't notice)
salahkah kalau keegoisan itu ditekan?
satu pertanyaan "kamu kenapa?" setelah diam beberapa saat itu, pasti melelehkan keadaan yg dingin.
but yaaa you didn't want to
aku gangerti apakah sebegitu pentingnya harga diri itu dan persoalan tentang aku yang bersikap ngambek seperti itu kalau memang aku penting buatmu.
sesulit itukah buatmu bertanya satu hal aja untuk memperbaiki keadaan?
before you defense yourself about "harusnya bukan sikap abang ke adek yg dipointkan tp sikap adek ke abang",
try to remember how many times have you ever started a conversation after a fight?
never.
it's always me who text first.
aku ga bermaksud untuk membahas apa yang aku udah lakukan ya, hanya mencoba mengingatkan in case you forget or you miss this thing.
when you love someone, you'll try to be the best version of yourself.
when you love someone, whatever makes them happy also makes you happy.
and what I got is,
you don't love me cause you didn't do those two things.
bukanlah salah menekan ego dan menghubungi duluan sekalipun perasaan gak nyaman walaupun tau kita gak salah.
bukanlah salah mengalah dan meminta maaf walaupun gak salah kalau memang seseorang itu berarti buat kita.
kenapa aku bisa berpikir senegatif itu?
cause you made me to.
dan jangan bilang untuk ga berspekulasi apapun kalau gatau kebenarannya.
like i mentioned,
bukan karena abang melakukan A, automatically orang lain juga melakukan A.
aku berharap abang bisa mengubah sifat abang yang seperti itu, but still no progress.
setiap kita berantem, kalau ada hal yang aku gak jawab dan aku diamkan, abang langsung bereaksi seperti ini sampai aku menghubungi duluan.
and sadly,
waktu aku menghubungi,
your response always hurting me.
rasanya kaya ga dianggap dan like punishing me after turning the condition became that mess.
(anw as a reminder,
ketika abang bilang soal kalau ngerasa lama menunggu itu akan bilang samaku, started from that moment abang udah buat aku sedih. should you mention me?
I mean, aku ngerti dan aku tau.
tapi disitu rasanya tuh kaya nampar dan ngingetin aku kalo abangtu hanya bertahan sampe sekian saat aja if I still can't make it work. I'm sure you didn't notice)
and I'm not sure whether you really love me or not by the way you treated me.
either aku harus tetap berpandangan abang itu ga sadar hal hal yang abang lakukan itu menyakitkanku,
atau emang abang yang ga sayang samaku makanya gabisa menekan egonya (comparing to what you ever did to her for always being cheated)
kita jauh dan hanya bs komunikasi dari chat dan telfon,
which means no pampering things we could do,
and you did all those things to me.
bukan soal dewasa apa engga, abang orang paling dewasa yang pernah jadi pacar aku kok.
but also, you are the most selfish companion I ever had.
kalau menurutmu A benar, itu akan slalu benar.
padahal dalam berhubungan, tolerate each other is number one.
dan dalam hal ini,
aku bertoleransi untuk mengiyakan maumu untuk menyudahinya.
walau sebenarnya aku yakin,
kalau aja kondisinya seadil yang abang katakan,
this thing won't ever happen.
atau, mungkin abang belum sesayang itu samaku sampe hal sekecil ini bisa jadi alasan abang untuk menyudahi.
bahkan benar benar give up.
mungkin
maybe you'll still hold me.
kalau sebelumnya abang pernah bilang khilaf waktu bilang udahan, aku rasa itu ga khilaf tp emang dari lubuk hati udah lelah.
dan kali inipun abang cukup sadar pasti mengucapkannya..
yasudahlah,
pointnya adalah:
you never love me as much as I do
either aku harus tetap berpandangan abang itu ga sadar hal hal yang abang lakukan itu menyakitkanku,
atau emang abang yang ga sayang samaku makanya gabisa menekan egonya (comparing to what you ever did to her for always being cheated)
kita jauh dan hanya bs komunikasi dari chat dan telfon,
which means no pampering things we could do,
and you did all those things to me.
bukan soal dewasa apa engga, abang orang paling dewasa yang pernah jadi pacar aku kok.
but also, you are the most selfish companion I ever had.
kalau menurutmu A benar, itu akan slalu benar.
padahal dalam berhubungan, tolerate each other is number one.
dan dalam hal ini,
aku bertoleransi untuk mengiyakan maumu untuk menyudahinya.
walau sebenarnya aku yakin,
kalau aja kondisinya seadil yang abang katakan,
this thing won't ever happen.
atau, mungkin abang belum sesayang itu samaku sampe hal sekecil ini bisa jadi alasan abang untuk menyudahi.
bahkan benar benar give up.
mungkin
maybe you'll still hold me.
kalau sebelumnya abang pernah bilang khilaf waktu bilang udahan, aku rasa itu ga khilaf tp emang dari lubuk hati udah lelah.
dan kali inipun abang cukup sadar pasti mengucapkannya..
yasudahlah,
pointnya adalah:
you never love me as much as I do
yes, you asked for a commitment.
but I think you know nothing about commitment.
cause you're not committed enough by what you already done.
and there's no commitment in 3months.
no, this is not a commitment Bang.
not at all
dan lagi, seseorang yg berstatement itulah yang pada akhirnya menyudahinya hehehe
but I think you know nothing about commitment.
cause you're not committed enough by what you already done.
and there's no commitment in 3months.
no, this is not a commitment Bang.
not at all
dan lagi, seseorang yg berstatement itulah yang pada akhirnya menyudahinya hehehe
but above all,
Terima kasih Samuel Anthonius untuk 3 bulannya
(btw bener bener 3 bulan yaa)
you teach me so many things how to accept things I was so hard to accept, for compressing my ego, for being strong against many complaints and insulting statements, for being my story listener through so many stories I shared, for believing that a good thing isn't always good in my perspective.
kita baru sekali ketemu setelah pacaran and there won't be any meeting ahead even I miss you haha.
be good there.
semoga harapannya bisa menikah tahun depan bisa terwujud ya, semoga ketemu yang benar bisa dibawa ke altar tanpa harus banyak perjuangan lagi.
baik baik di kerjaannya dan jangan sering galak lagi sama temen kantornya
dan terimakasih ya udah nyempetin baca.
God bless you Bang珞
Terima kasih Samuel Anthonius untuk 3 bulannya
(btw bener bener 3 bulan yaa)
you teach me so many things how to accept things I was so hard to accept, for compressing my ego, for being strong against many complaints and insulting statements, for being my story listener through so many stories I shared, for believing that a good thing isn't always good in my perspective.
kita baru sekali ketemu setelah pacaran and there won't be any meeting ahead even I miss you haha.
be good there.
semoga harapannya bisa menikah tahun depan bisa terwujud ya, semoga ketemu yang benar bisa dibawa ke altar tanpa harus banyak perjuangan lagi.
baik baik di kerjaannya dan jangan sering galak lagi sama temen kantornya
dan terimakasih ya udah nyempetin baca.
God bless you Bang珞
.png)
No comments: